Logo Yayasan Maqroah
Imam Syatibi
Header Sejarah

Sejarah

Beranda > Sejarah

Sejarah

Foto Sejarah Madrasah

Sejarah berdirinya Madrosah Ibnul Awadhi Al Islamiyyah
Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi manusia. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammadﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istqamah mengikut sunnah beliau hingga akhir zaman.
Dengan penuh rasa syukur, kami mempersembahkan Madrasah Ibnul AwadhiAl Islamiyyah (MIAA)sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya generasi Qur’ani. Lembaga ini berdiri dari semangat yang ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, dimulai dari sebuah halaqah kecil dalam suasana i’tkaf yang kemudian berkembang menjadi sekolah yang insya Allah penuh keberkahan.

Madrasah Ibnul Awadhi Al Islamiyyah(MIAA) bermula dari sebuah niat sederhana namun penuh makna. Saat itu, dalam suasana khusyuk i’tkaf, seorang peserta menyampaikan keinginannya untuk belajar talaqqi Al-Qur’an secara langsung bersama seorang syaikh.Permintaan tersebut ternyata mendapat sambutan hangat dari syeikh.Kemudian setelah mereka belajar cukup lama, hari demi hari mulai ada beberapa orang yang mengutarakan keinginan belajarnya dengan syeikh tersebut,Semakin banyak yang ingin ikut serta,menunjukkan betapa besar kerinduan umat terhadap pembelajaran Al-Qur’an yang mendalam dan terarah.

Menanggapi antusiasme itu, sang syaikh pun membuka kelas perdana halaqah tahsin Al-Qur’an. Hari demi hari, jumlah peserta terus bertambah. Kecintaan terhadap Al-Qur’an
tumbuh dan berkembang, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh semangat.
Melihat besarnya minat dan potensi dakwah yang terbuka luas, sang syaikh kemudian meresmikan sebuah tempat belajar Al-Qur’an yang diberi namaMaqro’ah Imam Syatbi.Awalnya berfungsi sebagai tempat les dan halaqah Al-Qur’an, Maqro’ah ini menjadi wadah bagi para penuntut ilmu untuk memperbaiki bacaan, menghafal Al-Qur’an, dan memperdalam pemahaman agamaIslam dan Ilmu Bahasa Arab.

Dari sinilah muncul keinginan yang lebih besar: menghadirkan sebuah lembaga pendidikan yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Maka, berdirilah Madrasah Ibnul Awadhi Al Islamiyyah, dengan harapan menjadi tempat tumbuhnyagenerasi yang
mengenal Allah, mencintai Al-Qur’an, serta memiliki akhlak yang mulia.
Dengan berpegang teguh pada manhajAhlus Sunnah wal Jama’ah, dan berpijak pada pemahamanSalafus Shalih, Maqro’ah Imam Syatbi berkomitmen untuk membina anak-anak Indonesia agar mampu membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Semoga setap huruf yang mereka pelajari menjadi amal jariyah yang tak putus bagi para pengajar dan semua pihak yang terlibat dalam dakwah ini.